- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
Pemko Batam dan Forkopimda Perkuat Sinergisitas agar Pandemi Tak Meluas

Keterangan Gambar : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, serta Forkominda Batam mengikuti rapat penanganan Covid-19, Senin (3/5/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam terus meningkatkan sinergisitas dalam menangani pandemi Covid-19 agar tak meluas. Langkahnya, memperketat protokol kesehatan.
Hal itu sebagaimana arahan Pemerintah Pusat dalam rapat koordinasi antara Kementerian terkait dengan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia.
Di tingkat Kota Batam, rapat tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hang Nadim Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang (Pnb) Iwan Setiawan, Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Marinir 10/Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Marinir Alim Firdaus dan Forkopimda Batam.
“Pemda diminta untuk meningkatkan pengawasan terkait protokol kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Senin (3/5/2021).
Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait meningkatnya kasus positif yang terjadi di India. Karena itu, Indonesia tidak boleh lengah, jangan sampai momentum Lebaran Idulfitri membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.
Selain itu juga, terkait penanangan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di mana Batam menjadi salah satu pintu masuk pulangnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Mulai dari sampai di pelabuhan hingga karantina harus ditingkatkan pengawasannya.
“PMI karantina lima hari harus benar-benar dijalankan,” katanya.
Pemerintah Daerah (Pemda), kata Amsakar, juga diminta untuk mencermati grafik Covid-19. Kasus positif harus ditekan agar bisa menerun dan kasus yang sembuh bisa terus ditingkatkan.
“TNI dan Polri tadi juga diminta untuk meningkatkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro,” katanya.
(winter)


















































