- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
Pelayanan Kesehatan Bergerak Jangkau Desa Terpencil

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Untuk pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Anambas yang tinggal di desa-desa terpencil, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan hadirkan program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB).
Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat Anambas, terkhusus bagi yang tinggal di wilayah sulit akses atau transportasi untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Yessy Ariessandy, menegaskan bahwa program Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan upaya pemerintah daerah untuk pemerataan layanan kesehatan.
Menurut Yessy, salah satu tantangan terbesar dalam pemerataan pelayanan kesehatan di Anambas adalah aksesibilitas, yang mana banyak wilayah yang sulit dijangkau karena kondisi geografis Anambas yang terdiri dari pulau-pulau kecil.
“Permasalahan utama yang dihadapi dalam pemerataan layanan adalah akses yang terbatas, khususnya bagi daerah terpencil dan sangat terpencil,” kata Yessy. Jumat (12/12/2025).
Transportasi yang tidak rutin menuju desa-desa tertentu membuat masyarakat terkendala untuk datang berobat, ditambah dengan biaya transportasi carter yang cukup mahal.
Untuk itu, hadirnya program Pelayanan Kesehatan Bergerak bisa memberikan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat.
“Kita berikhtiar menjalankan program ini agar masyarakat terpencil tetap mendapatkan hak mereka atas layanan kesehatan,” ujar Yessy.
Dengan hadirnya program ini,warga tidak hanya bisa memeriksakan kondisi kesehatan mereka, tetapi juga menerima edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit.
Program PKB juga diharapkan mampu mendeteksi dini penyakit yang mungkin tidak terpantau selama ini akibat minimnya fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.
Di tempat yang sama, Kpala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Anambas, Muswandar, mengatakan, Pelayanan Kesehatan Bergerak saat ini difokuskan pada tiga desa yang masuk kategori sangat terpencil.
“Wilayah yang masuk terpencil itu Desa Kiabu di Kecamatan Siantan Selatan, Desa Munjan di Kecamatan Siantan Timur, dan Desa Bayat di Kecamatan Siantan Utara,” ujar Muswandar.
Untuk pelayanannya sendiri, terang Muswandar, program ini menghadirkan 14 jenis layanan kesehatan, seperti pemeriksaan gula darah, golongan darah, asam urat, kolesterol, pelayanan dokter umum, hingga layanan dokter spesialis, dan masyarakat juga bisa melakukan skrining Tuberkulosis (TB) secara langsung.
Keberadaan dokter spesialis merupakan hal yang jarang ditemui di Puskesmas yang ada di wilayah terpencil tersebut, biasanya masyarakat harus ke RSUD untuk mendapatkan pelayanan lanjutan, kini mereka bisa langsung diperiksa tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Masyarakat sangat terbantu adanya kegiatan ini, karena untuk berobat ke RSUD butuh biaya dan waktu tempuh yang tidak sedikit,” jelasnya.(Ferengki).







































_jpg.jpg)











