- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Pelaku Usaha Anambas Keluhkan Pengurangan Reefer Container

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan masalah pengurangan Reefer Container yang tersedia di Kapal Tol Laut. Dimana biasanya ada tiga unit Reefer Container yang tersedia di Anambas berkurang menjadi hanya satu unit.
Kabarnya, Dua Reefer Container yang biasanya tersedia di Anambas dialihkan ke Kabupaten Natuna karena telah dipesan oleh pengusaha di sana.
" Saya merasa kecewa dengan pengurangan ini, karena sangat berdampak pada bisnis yang dijalankannya," ucap Ronal Zainuddin salah satu pelaku UMKM di Anambas.
Ronal mengatakan bahwa sebelumnya ada tiga Reefer Container yang tersedia di Anambas dan harus bersaing untuk mendapatkannya.
" Para pengusaha kesulitan menampung hasil usaha mereka karena barang yang masih menumpuk dan tidak dapat dikirim disebabkan pengurangan Reefer Container ini," kata Ronal.
Ronal juga mengungkapkan bahwa informasi ya ia terima menyatakan bahwa pengurangan Reefer Container hanya untuk trip ini saja, dan untuk trip berikutnya kemungkinan besar Kapal Tol Laut akan kembali menyediakan tiga Reefer Container seperti biasanya.
" Dampak dari pengurangan ini tidak hanya dirasakan oleh pengusaha tetapi juga pada masyarakat yang bekerja sebagai nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, menyatakan bahwa sebenarnya masalah ini adalah masalah Business to Business bukan Business to Government. Untuk itu nanti pada tanggal 02 Mei 2023 kami akan mengumpulkan semua para pengusaha yang menggunakan Reefer Container untuk diberi penjelasan.
" Kita akan melakukan pertemuan dengan semua pengusaha yang menggunakan Reefer Container, selanjutnya kita akan memberikan Sosialisasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkap Masykur.(Johanda).

















































