- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
Pedagang SP I Boleh Jualan Lagi, Ini Kesepakatannya

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Akhirnya ada kesepakatan bersama antara pedagang kaki lima (PKL) di Jembatan Selayang Pandang I dengan pemerintah daerah yang diwakili oleh Satpol PP. Dimana dalam rapat yang dihadiri oleh lintas OPD tersebut dan dihadiri oleh 26 perwakilan PKL di Jembatan SP I.
Kepala Bidang (Kabid) Penegak Produk Hukum Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas, Richart SE mengatakan, bahwa dalam rapat bersama dengan PKL pihaknya menempuh kesepakatan bersama dimana para pedagang kaki lima di Jembatan SP I sifatnya sementara dan apabila ada relokasi dikemudian hari tidak ada ganti rugi kepada para pedagang kaki lima.
Selain itu pedagang kaki lima juga dilarang melakukan transaksi jual beli lapak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam rapat tersebut juga pedagang menyanggupi memasang lampu hias dilapak masing-masing agar terlihat indah dan mencat lapaknya dan menjaga kebersihan.
"Selain itu, kita dengan pedagang kaki lima juga sepakat bagi yang tidak menempati lapak yang telah disediakan maka dalam 1 bulan akan dialihkan kepada pedagang lainnya. Kita sepakat seminggu setelah rapat para pedagang langsung berjualan, namu kita berikan kelonggaran jika sebulan tidak menempati lapak maka akan dialihkan kepada pedagang lainnya, "ujar Richart SE kepada media ini, Kamis(19/5/2022).
Dalam rapat itu juga disepakati lebar lapak yakni 2 x5 meter dan bagi lapak yang telah dialokasikan kepada pedagang wajib berjualan sesuai dengan kesepakatan bersama.
" Inilah kesepakatan yang kami peroleh secara bersama-sama. Jadi semua pihak wajib melaksanakan sesuai dengan kesepakatan," kata Richart.
Dalam rapat turut hadir, Kabid Perdagangan, Icha Hakim, Andi Marta S.Kom Kabid Koperasi dan Perdagangan Mikro, Disparbudpora diwakili oleh Rama Diana Kabid Promosi Pariwisata dan James Richard A. Mainasse, Fungsional Ahlimuda kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Dari pihak Kelurahan Tarempa diwakili oleh Firdaus Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kelurahan Tarempa. Polres Anambas diwakili Sugito Kanit Lantas Polres Anambas, Herdian Banit Patroli Satlantas Polres Anambas serta diwakili oleh 26 orang pedagang kaki lima. (red )


















































