- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Pedagang Kaki Lima di Jembatan SP I akan Relokasi ke Tanjung Momong

Keterangan Gambar : Kadis PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad, SE saat di wawancara oleh awak media, Senin(12/6/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPRPRKP) memberikan keterangan terkait Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sepanjang jalan Selayang Pandang (SP) I Tarempa yang akan direnovasi.
Kadis PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad, SE mengatakan akan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada disepanjang jalan SP I, untuk lahan relokasinya berada di Tanjung Momong.
"Rencananya dalam satu bulan ini, kami melaksanakan pekerjaan di lahan relokasinya dan bulan depannya jalan SP I sudah bisa mulai dibongkar khusus 300 meter untuk pekerjaan tahap pertama," ucap Syarif saat diwawancarai awak media ini, Senin (12/06/2023).
Syarif juga mengatakan bahwa, Pemda sudah memberikan pagu kepada Dinas PUPRPRKP sebesar Rp. 200.000.000 untuk membuat kamar mandi, menara air dan tanki air, menyiapkan listrik sekitar 20 Ampere, kemudian sisanya akan dibuat paving blok untuk menaruh meja dan kursi bagi para pedagang yang akan berjualan disana.
"Kami membuat lokasi untuk PKL ini semi permanent, ya kalau untuk permanentnya Saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan penjelasan karna lahan itu, lahan Gedung Olahraga (GOR) makanya kami membuatnya di sisi jalan GOR itu supaya pada saat ada pekerjaan GOR, tidak mengganggu," jelas Syarif.



















































