- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Musrenbang Kota Batam Dimulai
Batam Butuh Rp5,9 Triliun

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, membuka langsung Musrenbang dengan pemukulan gong di Harmoni One, Batam, Selasa (6/4/2021).
KORANBATAM.COM - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Batam resmi dimulai di Harmoni One, Batam, Selasa (6/4/2021). Dalam Musrenbang yang digelar dua hari ini, dihadiri perwakilan masyarakat dari 12 kecamatan di Batam.
Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah Kota Batam (Bapelitbang), Wan Darussalam, mengatakan, sebelum Musrenbang tingkat Kota Batam, pihaknya sudah menggelar sosialisasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), Pra Musrenbang Kelurahan.
Forum Konsultasi Publik, Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, hingga saat ini tingkat Kota Batam.
“Dari tahapan-tahapan itu, terkumpul usulan masyarakat, Renja OPD (Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah), hingga Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) Dewan yang nilainya mencapai Rp5.946.524.931.344,” ujar Wan.
Adapun usulan tersebut berasal dari Renja OPD mencapai Rp4.451.257.163.539, kemudian Pokir Dewan Rp247.170.537.597, dan usulan masyarakat mencapai Rp1.248.097.230.208. Dengan tingginya usulan tersebut, belum semua usulan dapat ditampung mengingat kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam hanya Rp2,9 triliun hingga Rp3,1 triliun.
“Mengingat kemampuan APBD Batam hanya Rp2,94 triliun sampai Rp3,1 triliun, maka tidak semua dapat dipenuhi. Untuk itu, perwakilan masyarakat dimohon hadir dalam pembahasan dua hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan juga Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.
(ilham)





































.jpg)












