- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Mi Instan Berbahaya, Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Keterangan Gambar : ilustrasi mi instan. /Shutterstock
KORANBATAM.COM - Mi instan menjadi salah satu makanan yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Hal ini lantaran cara masaknya yang praktis dan juga harganya yang cukup terjangkau.
Mi instan yang mengandung banyak natrium bisa jadi cukup berbahaya bila dikonsumsi terlalu sering. Mi goreng mengandung 1070 miligram natrium. sedangkan Mi rebus mengandung natrium sebanyak 1330 miligram.
Padahal, menurut World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan natrium pada tubuh manusia adalah di bawah 2000 miligram. Selain natrium, kandungan lemak dan karbohidratnya pun cukup tinggi.
Hal ini membuat mi instan tak baik bila terlalu sering dimakan. Adapun dampak mengonsumsi mi instan terlalu sering bagi tubuh dari berbagai sumber sebagai berikut:
1. Gangguan pencernaan
Mengonsumsi mi instan terlalu sering atau terlalu banyak dapat mengganggu sistem pencernaan. Hal ini lantaran kandungan serat dan nutrisi pada mi instan cukup rendah.
Sembelit atau susah buang air besar bisa terjadi apabila tubuh tak cukup menerima serat.
2. Stroke
Kandungan natrium yang tinggi bisa menyebabkan gangguan stroke. Kandungan natrium yang tinggi juga bisa menyebabkan penyakit lain seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kerusakan ginjal.
3. Obesitas
Mi instan mengandung kalori yang tergolong cukup tinggi. Hal ini lantaran mi instan terbuat dari tepung terigu. Obesitas dapat terjadi bila tubuh memakan banyak karbohidrat tanpa diimbangi dengan aktifitas fisik yang sepadan.
4. Diabetes
Karbohidrat yang tinggi juga dapat memicu diabetes. Karbohidrat di dalam tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa.
Orang yang terlalu sering memakan mi instan tubuhnya akan kesulitan menghasilkan insulin. Padahal insulin tersebut bekerja untuk mengubah glukosa menjadi energi.
Itulah 4 penyakit yang bisa diderita apabila terlalu banyak atau terlalu sering makan mi instan. Jagalah tubuh Anda dengan mengkonsumsi makanan bergizi.
Sumber: Suara.com





































_jpg.jpg)

.jpg)













