- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Menko Marves Tekankan Kajian Ekonomi Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Keterangan Gambar : Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, membahas pembangunan jembatan Babin bersama Menko Polhukam RI Mahfud MD, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Kamis (18/3/2021). Foto/Dok. Humas Pemprov Kepri
KORANBATAM.COM - Menteri Koordinator Kemritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, menekankan perlu ada kajian dampak ekonomi pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Hal itu ia tegaskan agar pembangunan jebatan itu bisa menghidupkan ekonomi dua wilayah di Kepri tersebut.
“Bisa dihitung manfaatnya keekonomiannya. Nanti dibuatkan studi keekonomiannya,” kata Luhut saat meninjau landing point pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) di Batam, Kamis (18/3/2021).
Saat peninjauan itu, Luhut didampingi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Mahfud MD, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, dan rombongan lainnya.
Luhut menyatakan, kajian itu sangat penting. Pasalnya, pembangunan jembatan penguhubung dua pulau tersebut menelan anggaran tidak sedikit. Bahkan, ia tak ingin jembatan Babin nantinya bernasib sama dengan jembatan Barelang.
“Jembatan Barelang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun dampak ekonominya dinilai belum maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ansar Ahmad, langsung menyanggupi instruksi Menko Luhut. Dalam laporannya, Ansar mengatakan, jika Jembatan Babin dibangun, maka potensi sekitar 7.000 kendaraan melintas per hari.
“Segera disiapkan (kajian dampak ekonomi pembangunan jembatan Babin),” Gubernur merespon instruksi Menko Luhut.
Sementara, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendukung sepenuhnya pembangunan pengubung Batam dan Bintan. Ia optimistis, dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas perekonomian di dua kawasan ini akan menggeliat. Namun, berdasarkan instruksi Menko Luhut, keyakinan ini perlu dituangkan dalam sebuah kajian.
“Kita harapkan jembatan ini bisa terealisasi segera. Perlu dukungan dari semua pihak agar proyek strategis nasional ini bisa memberi dampak positif bagi Batam, Bintan, dan Kepri secara keseluruhan,” kata Rudi yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam tersebut.





































.jpg)












