- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Lanud Hang Nadim dan Ditpam BP Batam Tertibkan Kandang Babi dan Tambang Pasir Ilegal

Keterangan Gambar : Kadisops Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo, memimpin apel penertiban KKOP Hang Nadim Batam, di Rusun BP Batam, Kabil, Kota Batam, Selasa (16/2/2021). /Winter
KORANBATAM.COM - Puluhan personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim bersama Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Kota Batam diterjunkan ke lokasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (16/2/2021). Kegiatan itu, guna melakukan penertiban dan pembongkaran kandang babi di tujuh titik dan galian pasir ilegal.
Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo, mengatakan kegiatan ini ialah patroli KKOP lanjutan kawasan operasi penerbangan. Yang mana, kegiatan di KKOP sudah dilarang dan diberi peringatan sebelumnya.
“Lanud Hang Nadim beserta Ditpam BP Batam akan melaksanakan patroli KKOP karena ada laporan peternakan babi maupun babi liar yang mengganggu penerbangan,” ujar Mayor Lek Wardoyo usai gelar apel pagi di Rusun BP Batam, Kabil, Kota Batam.
Menindaklanjuti hal itu, Mayor Lek Wardoyo mengatakan, ada 103 personel gabungan yang terdiri dari 50 personel Lanud Hang Nadim, 53 personel Ditpam BP Batam diterjunkan ke titik-titik lokasi penertiban dan pembongkaran.
Adapun personel tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yakni untuk melaksanakan pembongkaran kandang babi dan galian pasir ilegal.
“Apabila disitu kita temukan babi (hewan) yang masih diternak oleh warga sekitar, akan kita sita,” tegasnya.
Hal ini, kata dia, juga menindaklanjuti surat peringatan atau imbauan yang sudah datangkan sebelumnya. Tujuan kegiatan ini untuk menjaga keselamatan penerbangan yang ada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
“Surat pernyataan dan imbauan, informasi untuk pembongkaran sudah kita laksanakan jauh-jauh hari. Hari ini kita tetap bongkar semuanya (kandang babi). Ada mesin di lapangan, ada babi di lapangan, tetap kita bongkar dan disita untuk dijadikan sebagai barang bukti,” ujarnya.
(winter)


















































