- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Kunjungi Hutan Batu Tabir, Bupati Anambas Minta Jaga Kelestarian Hutan

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama rombongan saat memasuki hutan Batu Tabir.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kunjungi lokasi tumbuhnya bunga Raflesia di hutan Batu Tabir, Aneng berpesan agar semua masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian Raflesia jenis Hasseltii tersebut.
Menurut Aneng menjaga kelestarian salah satu bunga terlangka itu perlu, karena itu menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
"Tolong bagi kita yang berkunjung, agar sama sama menjaga, jangan merusak," pesan Aneng dihadapan rombongan pengunjung, Minggu (21/12/2025)
Selain menjadi objek wisata bagi warga lokal, hutan Batu Tabir juga kerap dikunjungi oleh orang dari luar kepulauan Anambas yang ingin mengabadikan moment saat bunga yang berasal dari parasit tersebut mekar.
"Minggu lalu ada juga rombongan dari luar yang datang untuk melihat bunganya saat mekar" ujar Satria, salah satu pemandu jalan.
Ia menceritakan, lokasi ditemukannya bunga Raflesia itu pernah juga dikunjungi oleh mahasiswa/mahasiswi dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
"Pernah juga mahasiswa mahasiswi dari luar Anambas datang ke sini" ujarnya.
Sementara, data yang tercatat di Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Anambas, Institut Pertanian Bogor bersama KPH Anambas melakukan penelitian pada tanggal 3 November 2024.
Setelah mendokumentasikan bakal bunga Raflesia itu, Bupati beserta rombongan bergegas balik. Terlihat kekecewaan di wajah sebagian besar rombongan, karena belum bisa mengabadikan momen berfoto dengan Raflesia yang sedang mekar. (ferengki)


















































