- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Kunjungi Hutan Batu Tabir, Bupati Anambas Minta Jaga Kelestarian Hutan

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama rombongan saat memasuki hutan Batu Tabir.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kunjungi lokasi tumbuhnya bunga Raflesia di hutan Batu Tabir, Aneng berpesan agar semua masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian Raflesia jenis Hasseltii tersebut.
Menurut Aneng menjaga kelestarian salah satu bunga terlangka itu perlu, karena itu menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
"Tolong bagi kita yang berkunjung, agar sama sama menjaga, jangan merusak," pesan Aneng dihadapan rombongan pengunjung, Minggu (21/12/2025)
Selain menjadi objek wisata bagi warga lokal, hutan Batu Tabir juga kerap dikunjungi oleh orang dari luar kepulauan Anambas yang ingin mengabadikan moment saat bunga yang berasal dari parasit tersebut mekar.
"Minggu lalu ada juga rombongan dari luar yang datang untuk melihat bunganya saat mekar" ujar Satria, salah satu pemandu jalan.
Ia menceritakan, lokasi ditemukannya bunga Raflesia itu pernah juga dikunjungi oleh mahasiswa/mahasiswi dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
"Pernah juga mahasiswa mahasiswi dari luar Anambas datang ke sini" ujarnya.
Sementara, data yang tercatat di Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Anambas, Institut Pertanian Bogor bersama KPH Anambas melakukan penelitian pada tanggal 3 November 2024.
Setelah mendokumentasikan bakal bunga Raflesia itu, Bupati beserta rombongan bergegas balik. Terlihat kekecewaan di wajah sebagian besar rombongan, karena belum bisa mengabadikan momen berfoto dengan Raflesia yang sedang mekar. (ferengki)





































.jpg)












