- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemko Batam Bentuk Tim Penanganan

Keterangan Gambar : Rapat strategi nasional percepatan pencegahan stunting tahun 2018-2024.
KORANBATAM.COM, BATAM - Angka Stunting di Batam mencapai 3.876 balita atau 8,31 persen (%). Angka itu jauh di bawah nasional yang mencapai 27,6 persen. Meski begitu, angka stunting harus terus ditekan, target hingga lima tahun bisa turun hingga 50 persen.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, komitmen untuk menurunkan angka stunting di Batam tersebut harus terus dilakukan. Ia menyampaikan komitmen tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Dalam 5 tahun ke depan minimal bisa turun 50 persen dari angka yang ada saat ini. Pak Wali Kota (Muhammad Rudi) komitmen untuk memberikan perhatian terhadap penanganan stunting ini,” ujarnya saat memimpin Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018-2024, Senin (8/2/2021).
Untuk itu, pihaknya membentuk tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), hingga sampai Camat dan Lurah. Adapun tim yang dibentuk tersebut tidak hanya fokus dalam penanganan kasus yang sudah ada saja. Tapi bagaimana bisa melakukan upaya pencegahan.
“Penyuluh di lapangan harus terus dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan bisa dilakukan untuk pasangan yang akan menikah, kemudian hamil dan melahirkan,” kata dia.
“Sehingga kita harapkan juga memiliki data yang benar-benar sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Untuk Kota Batam, Ketua Tim Percepatan Pencegahan Stunting diketuai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri. Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018- 2024 tersebut juga dihadiri langsung Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Sari Amsakar.
Kemudian, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri Mediheryanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam Rahmad Iswanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Batam Umiyati.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, berharap dengan terbentuknya tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, dapat berjalan seiring sehingga penanganan stunting di Batam terarah.
“Supaya kebijakan antar OPD saling terintegrasi dan tidak jalan sendiri-sendiri,” katanya.

















































