- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Ketemu Wakil Menteri Perdagangan, Gubernur Kepri Usulkan Bangun Pasar Ikan di Anambas

MELAYUNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad begitu serius untuk memastikan pembangunan Pasar Loka dan Pasar Ikan di Kepulauan Anambas bisa dilaksanakan pemerintah pusat. Dirinya membawa langsung Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris menemui Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga di Jakarta, Rabu (5/4).
"Saya dan pak Abdul Haris menyampaikan secara langsung surat permohonan kami untuk pembangunan pasar di Anambas, supaya pemerintah pusat tau kalau kami pemda sangat serius menginginkan adanya pembangunan infrastruktur di Anambas," ujar Gubernur Ansar.
Keseriusan Pemprov Kepri dan Pemkab Kepulauan Anambas untuk pembangunan pasar ikan ini bukan tanpa sebab, potensi perikanan di Anambas yang memiliki bentang laut lepas dan dekat dengan Laut Cina Selatan sangat masif.
Melansir data dari BPS, produksi perikanan tangkap menurut jenis komoditi di Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2021 mencapai 21.110 ton dengan akumulasi nilai sekitar Rp470 miliar.
Karena itulah pembangunan pasar ikan di Anambas diyakini Gubernur Ansar akan semakin mengangkat nilai ekonomi perikanan dengan semakin lengkapnya infrastruktur pendukung.
"Kita memproyeksikan Anambas bisa menjadi lumbung ikan di bagian barat Indonesia karena memang potensi perikanan sangat masif apabila dimaksimalkan secara serius," katanya.
Tidak hanya kepada Menteri Perdagangan, surat yang dibawa Gubernur Ansar dan Abdul Haris juga ditujukan masing-masing pada Menteri PUPR dan Kepala Bappenas.(rls/red)


















































