- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
Kelangkaan BBM Jenis Pertalite, Pemkab Anambas Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Terkait isu kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mengadakan Rapat Koordinasi Kelangkaan BBM Khusus Pertalite di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 29 Mei 2023.
Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepuluan Anambas, Sahtiar SH, MM dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dandim 0318 Natuna, Kapolsek Siantan, Inspektur Daerah, Kepala Dishub LH, Kepala DKUMPP, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Perdagangan DKUMPP, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan SDA, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan Dalam Negeri/Pengawas BBM, Penyalur BBM (Kurdinata) di Tanjung Momong, Penyalur BBM (Kamarudin) di Air Sena, serta 6 (Enam) utusan para pengecer BBM wilayah Tarempa dan Tarempa Selatan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu mengatakan bahwa sebenarnya BBM itu tidak langka tetapi akibat dari isu kelangkaan BBM ini, membuat masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong membeli BBM dengan sepeda motor dan juga membeli dengan menggunakan botol, makanya BBM dipenyalur itu habis akibat masyarakat yang membeli dan disimpan untuk stok.
" Karena ketakutan masyarakat soal kelangkaan BBM, jadinya masyarakat menyimpan BBM tersebut makanya di penyalur itu habis," ucap Yohanes usai melaksanakan Rakor.
Yohanes juga mengatakan bahwa ada peraturan dari Kepala BPH Migas nomor 6 tahun 2015 tentang sub penyalur tetapi setelah dilakukan kordinasi dengan pihak BPH Migas dan Pertamina mereka mengatakan hal itu sedang di Moratorium, mereka lebih mengutamakan pembangunan SPBU satu harga.
" Pembangunan SPBU satu harga itu investasinya besar sementara Anambas adalah kepulauan kecil sehingga cukup sulit untuk dilaksanakan," ujarnya.(Johanda)



















































