- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
Kelangkaan BBM Jenis Pertalite, Pemkab Anambas Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Terkait isu kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mengadakan Rapat Koordinasi Kelangkaan BBM Khusus Pertalite di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 29 Mei 2023.
Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepuluan Anambas, Sahtiar SH, MM dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dandim 0318 Natuna, Kapolsek Siantan, Inspektur Daerah, Kepala Dishub LH, Kepala DKUMPP, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Perdagangan DKUMPP, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan SDA, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan Dalam Negeri/Pengawas BBM, Penyalur BBM (Kurdinata) di Tanjung Momong, Penyalur BBM (Kamarudin) di Air Sena, serta 6 (Enam) utusan para pengecer BBM wilayah Tarempa dan Tarempa Selatan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu mengatakan bahwa sebenarnya BBM itu tidak langka tetapi akibat dari isu kelangkaan BBM ini, membuat masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong membeli BBM dengan sepeda motor dan juga membeli dengan menggunakan botol, makanya BBM dipenyalur itu habis akibat masyarakat yang membeli dan disimpan untuk stok.
" Karena ketakutan masyarakat soal kelangkaan BBM, jadinya masyarakat menyimpan BBM tersebut makanya di penyalur itu habis," ucap Yohanes usai melaksanakan Rakor.
Yohanes juga mengatakan bahwa ada peraturan dari Kepala BPH Migas nomor 6 tahun 2015 tentang sub penyalur tetapi setelah dilakukan kordinasi dengan pihak BPH Migas dan Pertamina mereka mengatakan hal itu sedang di Moratorium, mereka lebih mengutamakan pembangunan SPBU satu harga.
" Pembangunan SPBU satu harga itu investasinya besar sementara Anambas adalah kepulauan kecil sehingga cukup sulit untuk dilaksanakan," ujarnya.(Johanda)

















































