- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
Kadiv Humas Polri: Senjata Peneror Mabes Polri Sejenis Air Gun Kaliber 4,5 MM

Keterangan Gambar : Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono (tengah), dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (1/4/2021). (insert) Senjata yang digunakan pelaku teror bernama Zakiah Aini di Mabes Polri, jenis Airgun berkaliber 4,5 MM.
KORANBATAM.COM - Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono, memastikan bahwa jenis senjata yang digunakan pelaku teror bernama Zakiah Aini di Markas Besar (Mabes) Polri, pada Rabu sore (31/3/2021) lalu, adalah merupakan jenis Airgun berkaliber 4,5 MM.
Hal itu dipastikan setelah melakukan pendalaman dan pengecekan dari uji Laboratorium Forensik (Labfor) atas sejumlah barang bukti (BB) yang ditemukan dari jasad pelaku teror tersebut.
“Dari hasil pengamatan gambar senjata yang dipergunakan pelaku, adalah jenis pistol Airgun BB bullet call 4,5mm,” kata Argo dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (1/4/2021).
Disisi lain, Argo juga menyatakan bahwa, aparat kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan soal asal-usul senjata Air Gun tersebut bisa didapatkan oleh pelaku. Apalagi, saat ini pelaku telah meninggal dunia karena aksi terornya tersebut. Sehingga, diperlukan pendalaman untuk mengetahui darimana senjata itu diperoleh.
“Asal senjata masih kami selidiki. Karena yang bersangkutan sudah meninggal,” ujar Argo.
Diketahui, senjata Airgun ini menggunakan gas Co2 sebagai pendorong peluru. Co2 penggunaannya ditancapkan dan dipasang pada bagian popor senjata.
Airgun sendiri adalah salah satu jenis senjata angin. Mekanisme yang digunakan untuk menembak dengan memanfaatkan tekanan angin. Hal yang sama bisa ditemukan pada senapan angin atau Airsoft Gun.
Tetapi, dalam hal perbedaannya, yaitu untuk airgun angin yang digunakan adalah karbon dioksida atau CO2. Peluru yang digunakan juga berbentuk bola kecil atau gotri yang terbuat dari logam.
Beda dari airsoft gun yang menggunakan peluru dari plastik yang lebih ringan. Dengan begitu, airgun lebih memiliki kekuatan dan lebih berbahaya ketimbang airsoft gun. Jika ditembak dari jarak dekat, airgun bisa melukai atau bahkan mematikan orang.
Sumber: Bidhumas Polda Kepri


















































