- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
Kadis BMSDA dan Kadis Pariwisata Kerjasama Mempercantik Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kanan) saat mendampingi Kadis BMSDA Kota Batam, Yumasnur (kiri) mengelilingi museum untuk melihat-lihat koleksi di Museum Batam Raja Ali Haji. (Foto: istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur mengunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam, Rabu (20/1/2021). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata langsung mengajak mengelilingi museum.
Dalam diskusinya, Ardi berharap ada kerjasama dengan Dinas BMSDA untuk koleksi museum sehingga museum yang diresmikan (soft opening) 18 Desember 2020 berkembang dan menarik wisatawan.
“Kita terus menambah koleksi museum, Pak Yu (Kepala Dinas BMSDA Kota Batam) juga bisa ikut mengisi tata pamer museum,” kata Ardi.
Sambil melihat koleksi, Ardi menjelaskan tentang khazanah mulai dari Khazanah Riau Lingga, Khazanah Nong Isa, Masa Jepang serta koleksi yang dipajang seperti replika Cogan merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Pahang, Riau, dan Lingga, dua (2) unit meriam yang didatangkan dari Belakang Padang, dan kemarik dari Dinasti Ming.
“Ini Pak Yu keramik dari laut diperkirakan berasal dari Dinasti Ming yang diperoleh dari kapal yang karam diperairan laut Pulau Batam,” terangnya.
Kemudian melanjutkan ke masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau (Kepri), Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, sampai infrastruktur atau era Batam sekarang.
Sementara, Kepala Dinas BMSDA Kota Batam, Yumasnur menilai Museum Batam menggambarkan kondisi Batam dari sampai kondisi sekarang.
“Saya melihat mengelilingi semua ruangan museum, penataannya bagus sekali termasuk yang disajikan di museum menggambarkan sejarah pembangunan Batam sebelumnya sampai kondisi sekarang,” ujar dia.
Menurutnya informasi tentang koleksi museum baik foto dan benda yang dipajang mudah dipahami. Ia mengapresiasi adanya khazanah infrastruktur yang menggambarkan pembangunan infrastruktur Kota Batam.
“Memang periode pimpinan kita sekarang mempercepat perubahan infrastruktur,n pengunjung bisa melihat Batam lima tahun sebelumnya di museum,” terangnya saya akan bantu menambah koleksi Museum,” ujarnya mengakhiri kunjungan.
(ril)

















































