- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
JMSI Kepri Sosialisasikan Program Ayo Jadi Penulis di SMAN 26 Batam

Keterangan Gambar : Ketua Pengda JMSI Kepri Eddy Supriatna dalam rangka melakukan sosialisasi Ayo Jadi Penulis.
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (Pengda JMSI) Kepri mengunjungi SMAN 26 Batam, Selasa (20/06/2023).
Kunjungan ketua Pengda JMSI Kepri Eddy Supriatna dalam rangka melakukan sosialisasi 'Ayo Jadi Penulis'.
"Bersama SMAN 26 JMSI sudah melakukan MoU yang insyaallah akan terlaksana pada ajaran baru 2023-2034," ujar Eddy Supriatna di dampingi Kepala Sekolah SMAN 26 Batam Midiyanto.
Bentuk kerjasama ini, pada pertengahan Mei 2023 JMSI Kepri mengadakan Pelatihan Jurnalistik dengan pesarta 5 sekolah SMA dan 5 Universitas di Hotel King Batam.
Masing - masing perwakilan sekolah dan universitas mengirimkan 5 orang peserta, termasuk 5 orang siswa dari SMAN 26.
Untuk itu, lanjut Ketua Eddy, pada kesempatan ini, JMSI Kepri mengajak siswa SMAN 26 untuk terlibat dalam program Ayo Jadi Penulis.
Penulisan bebas dengan 500 karakter melalui tema Wisata, seperti menulis tentang keindahan alam, kuliner dan lainnya.
Dengan belajar menulis, tambah Eddy bisa terhindar dari UU ITE, sebab akan ada tahapan etika dalam penulisan.
"Misalnya saya tidak suka dengan pak Kepsek, terus saya menulis sesuka hati di media sosial, tentu Pak Kepsek merasa keberatan dan akan melaporkan saya, tapi dengan bisa menulis tulisan itu bisa terhindar dari ITE," ucapnya.
Kepada media ini, Eddy mengatakan Program Ayo Jadi Penulis lahir dari kekhawatiran tingkat membaca anak saat ini sangat minim.
"Dengan menulis otomatis mereka akan membaca terlebih dahulu jadi Menulis dengan membaca sudah sepaket. Harapannya kedepan melalui program ini tingkat membaca anak dapat meningkat," tuturnya.(red)





































.jpg)












