- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Jelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, Pemko Gelar Rapat Tertutup dengan MUI dan Kemenag
Izinkan Salat Tarawih dan Idul Fitri

Keterangan Gambar : Rapat tertutup bersama Kemenag, MUI dan Forkopimda Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Batam Center, Rabu (24/2/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar rapat tertutup bersama Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam. Rapat tersebut mebahas terkait dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Di mana rencananya akan dilaksanakan umat Islam pada April 2021 mendatang.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan hasil rapat bersama tersebut sepakat bahwa akan memberikan izin untuk pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri di masjid. Namun, sejumlah persyaratan wajib dilaksanakan oleh semua jemaah. Terutama terkait dengan protokol kesehatan, pengurus wajib menyiapkan dan mengingatkan jemaah yang mengikuti salat di masjid.
“Semua sudah sepakat untuk diperbolehkan, dengan syarat protokol kesehatan harus diterapkan,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Kota Batam, Rabu (24/2/2021).
Karena itu pihaknya berharap seluruh jemaah yang menjalankan ibadah di masjid saat bulan Ramadan, nantinya benar-benar bisa menjaga dan menjalan protokol kesehatan.
“Hal itu kita lakukan untuk kebaikan bersama, karena sampai saat pandemi Covid-19 belum berakhir,” ujar Rudi.
Kemudian untuk tempat hiburan malam, masih kata Rudi, juga telah diputuskan untuk menutup pada awal, pertengahan dan akhir Ramadan. Tiga hari di awal, satu hari di malam Nuzulul Quran dan tiga hari dimalam akhir Ramadan. Kepada pengelola tempat hiburan malam pihaknya berharap bisa mematuhi ketentuan tersebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) nantinya akan melakukan sosialisasi.
“Jadi ada beberapa usulan, tapi sudah kita sepakati 313,” ujarnya.
Sementara, kata Rudi, untuk pelaksanaan takbir keliling sejauh ini belum bisa dipastikan apakah nantinya dilaksanakan atau tidak. Hal ini nantinya akan dibahas lebih lanjut dan melihat perkembangan.
“Takbir keliling kita tunggu perkembangannya nanti seperti apa. Tadi kita hanya sepakati salat Idul Fitrinya, boleh dilakukan tapi diimbau untuk dilaksanakan di lapangan,” ujarnya.





































.jpg)












