- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
Ini Penjelasan Kepala Dinkes Batam Soal Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan
Sebanyak 6 Ribu Warga Batam Divaksin AstraZeneca

Keterangan Gambar : Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto/Ilham/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan vaksin AstraZeneca aman digunakan. Sejauh ini, 6 ribu warga Batam telah disuntik vaksin tersebut dan tidak mengalami efek samping yang serius.
“Vaksin ini sudah melewati tiga tahap, sebelum dinyatakan aman dan efektivitasnya dinyatakan bagus,” ujar Didi, Senin (29/3/2021) siang.
Terkait reaksi tubuh pasien yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin atau yang dikenal dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Didi mengatakan bahwa, hal yang lazim dan biasanya tidak membahayakan.
“Yang terbanyak adalah rasa tidak enak badan dan meriang, yang merupakan gejala imunisasi pada umumnya, seperti bayi di imunisasi,” terangnya.
Untuk itu ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir, lagi pula vaksinasi tidak serta merta dilakukan tanpa sebelumnya kondisi calon penerima vaksin dinyatakan laik menerima vaksinasi.
Pada praktiknya, pemberian vaksin melewati empat alur meja. Hal ini tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: hk.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Salah satunya yakni, petugas kesehatan melakukan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) calon penerima vaksin. Selanjutnya, akan ada rekomendasi hasil apakah sasaran penerima bisa lanjut vaksinasi atau tidak atau harus ditunda.
Seperti diketahui, penyuntikan AstraZeneca dihentikan di Manado Sulawesi Utara, karena mencuat kepanikan terkait KIPI. Didi menilai kepanikan terjadi karena masih minim pemahaman penerima vaksin terkait lazimnya KIPI.
“Dari tujuh provinsi yang mendapat jatah vaksin, hanya di sana yang melaporkan banyak KIPI,” katanya.
Vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar menekan penyebaran Covid-19, selain penerapan protokol kesehatan. Maka tidak heran warga yang sudah divaksin sekalipun harus tetap menerapkan 3M.
Salah satu kelompok penerima vaksin AstraZeneca di Batam adalah insan perbankan. Diketahui sebanyak 3.977 pegawai bank disuntik dalam kegiatan yang berlangsung hingga Senin (29/3/2021) tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Vaksinasi dari kelompok Badan Musyarawah Perbankan Daerah (BMPD) Kepri, Junaido Kholis, mengatakan, pada prinsipnya setelah menerima vaksin aman-aman saja. Terkait, KIPI berdasarkan informasi yang ia dapatkan merupakan hal yang wajar.
“Ada yang merasakan KIPI ada juga yang tidak. Yang merasakan biasanya pusing, demam dan meriang. Yang saya tau KIPI inikan wajar karena vaksinkan benda asing yang masuk ke tubuh, saya pribadi sehari hilang KIPI tersebut,” kata Kepala Cabang Bank Negara Indonesia (BNI) Batam, Selasa (30/3/2021).
Lagipula, menurutnya petugas akan mengecek kondisi kesehatan calon penerima vaksin terlebih dahulu untuk menentukan laik atau tidak divaksin.
“Salah satu kuncinya yakni, sebelum divaksin jujur kepada petugas tentang kondisi. Terkadang karena tidak berterus terang, akhirnya merasakan KIPI dan menganggap vaksin tersebut berbahaya,” ujarnya.


















































