- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Himalaya Kota Batam Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual Pengeboman Gereja Katedral Makassar

Keterangan Gambar : Korwil Melayu Raya Batam, Hazarin Firda, atau Bang Alin.
KORANBATAM.COM - Aksi pengeboman di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi, menuai kritik dan tanggapan dari sejumlah pihak dan kalangan. Salah satunya dari Himpunan Melayu Raya (Himalaya) Kota Batam.
Koordinator Wilayah (Korwil) Batam, Hazarin Firda, mengatakan, pihaknya meminta dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual dalam tindakan teror yang keji tersebut.
“Melayu Raya mendukung penuh TNI-Polri dalam penegakan hukum kepada para pelaku teror tersebut. Jangan biarkan bingkai-bingkai keberagaman kita rusak, karena aksi biadab mereka,” kata Hazarin Firda, Minggu (28/3/2021).
Atas peristiwa tersebut, Himalaya Kota Batam menyatakan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Pasalnya sejumlah orang dilaporkan terluka, dikarenakan pada saat kejadian sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral Kota Makassar.
“Atas nama pribadi dan organisasi, kami ikut merasakan kepedihan yang dialami oleh saudara-saudara kami di sana (Makassar),” ujar Bang Alin, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melayu Raya Kota Batam, lanjut Bang Alin, sangat mengutuk keras terhadap peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut.
“Kami sangat mengutuk keras terhadap pelaku kejadian itu. Ini tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun. Mereka (para pelaku) telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.
Alin juga berharap, foto dan video yang terjadi di Gereja Katedral Makassar tadi pagi tidak disebarkan lagi oleh para netizen khususnya di Kota Batam dan Kepulauan Riau (Kepri).
“Jangan sebarluaskan lagi konten peristiwa bom tadi pagi. Karena tujuan dari mereka (para pelaku) adalah menebar ketakutan dan ketidakstabilan di negara yang kita cintai ini,” tandasnya.
(ilham)





































_jpg.jpg)

.jpg)













