- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Hari Amal Bakti ke-75 Kemenag RI, Walikota Batam: Jaga Kerukunan demi Pembangunan

Keterangan Gambar : Walikota Batam, Muhammad Rudi (depan mikropon) dalam upacara Hari Amal Bakti ke-75 Kemenag RI di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta semua masyarakat Batam terus menjaga kerukunan demi pembangunan. Hal itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara Hari Amal Bakti ke-75 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam, Selasa (5/1/2021).
Rudi mengatakan, Hari Amal Bakti Kemenag yang bertepatan 3 Januari itu mengangkat tema Indonesia Rukun. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa untuk maju. Tanpa kerukunan, kata dia, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.
“Sehingga sangat penting bagi kita semua dalam merawat kerukunan ini. Khusus Kota Batam, kerukunan umat beragama sudah sangat terjaga dan terus kita rawat demi pembangunan Batam,” ujar Rudi.
Di kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan amanat Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam amanat itu, kata dia, pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama.
“Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama,” kata dia.
Ia melanjutkan, pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, katanya, dalam mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari.
“Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain,” paparnya.

Keterangan gambar : Penyerahan bantuan alat swab antigen dan masker dari BNPB RI kepada madrasah dan pondok pesantren melalui Walikota Batam, Muhammad Rudi (tengah). (Foto : istimewa)
Melalui sambutan tertulis, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menjabarkan bahwasannya Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral.
Lanjutnya, komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak. Sejalan dengan itu, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat.
“Bangsa Indonesia, dari generasi ke generasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain,” ujarnya.
Menteri Yaqut mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama. Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci.
“Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan,” kata Yaqut.
Selanjutnya, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.
“Mari kita mengedepankan akal sehat dan hikmah kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang,” kata dia.
Dalam upacara yang dihadiri Kepala Kantor Kemenag Batam Zulkarnain Umar, Sekretaris Daerah Batam Jefridin Hamid, dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam itu diserahkan langsung bantuan alat swab antigen dan masker dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) kepada madrasah dan pondok pesantren melalui Walikota Batam, Muhammad Rudi.
(ril)


















































