Gubernur Sumut Minta Dukungan Presiden untuk Perbaikan Tanggul Guna Tingkatkan Produksi Padi
Reporter : MELAYUNEWS.COM 07 Apr 2025, 19:27:59 WIB TANAH DELI
Gubernur Sumut Minta Dukungan Presiden untuk Perbaikan Tanggul Guna Tingkatkan Produksi Padi

Keterangan Gambar : Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajukan permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait perbaikan tanggul di sejumlah wilayah pertanian di Sumut. Senin (7/4)


RADARMEDAN.COM, SERDANG BEDAGAI  – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajukan permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait perbaikan tanggul di sejumlah wilayah pertanian di Sumut. Permohonan ini disampaikan dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas petani yang selama ini terkendala oleh kondisi tanggul yang tidak memadai.

Dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi sentra utama padi yang digelar secara virtual pada Senin (7/4), Bobby menyampaikan bahwa sejumlah tanggul di daerahnya kerap meluap saat musim hujan. Akibatnya, lahan sawah masyarakat tergenang air, sehingga para petani hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun, padahal potensi tanam tiga kali setahun bisa dicapai jika infrastruktur irigasi memadai.

“Di Kabupaten Serdangbedagai saja, dengan luas lahan 320 hektare, masa tanam padi baru bisa dua setengah kali setahun. Salah satu kendalanya adalah meluapnya air dari tanggul di beberapa wilayah saat musim hujan. Kami sangat berharap perbaikan segera dilakukan agar produksi padi bisa ditingkatkan,” ujar Bobby dari Paya Mabar, Serdangbedagai.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby juga melaporkan bahwa pada April 2025 ini, terdapat 11.104 hektare lahan sawah yang akan dipanen. Dari lahan tersebut, diperkirakan akan dihasilkan sekitar 56.630 ton gabah kering, atau setara dengan 33.909 ton beras. Ia menyebut harga gabah di tingkat petani cukup menggembirakan, dengan harga terendah sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Petani kami sangat terbantu karena harga gabah saat ini relatif stabil. Bahkan harga di luar pembelian oleh Bulog bisa lebih tinggi,” tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan apresiasinya terhadap capaian panen yang telah berlangsung. Ia menyebut hal ini sebagai awal yang positif dan meminta jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras guna mencapai hasil yang lebih baik.

“Saya anggap ini awal yang bagus. Kita harus terus berupaya untuk meningkatkan hasil pertanian nasional,” kata Prabowo yang mengikuti telekonferensi dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Presiden juga menegaskan pentingnya peran petani sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Ia menyebut keberadaan petani sangat vital bagi keberlangsungan bangsa dan negara.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tidak akan ada NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti kebijakan Presiden Prabowo dalam penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk. Ia mengatakan bahwa Inpres terbaru memungkinkan Kementerian Pertanian menyalurkan pupuk langsung ke kelompok tani tanpa melalui proses administrasi yang panjang.

“Ini adalah bentuk revolusi di sektor pertanian, dengan potensi peningkatan produksi mencapai 2,8 juta ton per tahun,” jelas Andi Amran.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, perwakilan Komisi IV DPR RI, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, dan Direktur Utama Bulog Novi Helmy Prasetya. Secara virtual, kegiatan ini juga diikuti oleh 13 gubernur, 195 bupati/walikota, serta para petani dari sentra produksi padi di seluruh Indonesia. Hadir pula di lokasi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto, serta Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya(SP)





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;