- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
DUTA CHSE Batam Gotong-royong Bersihkan Bekas Minyak Limbah di Pantai

Keterangan Gambar : Duta CHSE Batam saat gotong royong bersihkan Limbah Minyak Hitam di Pantai Nuvasa Bay, Nongsa. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Asosiasi pariwisata dan 20 Duta Cleanliness, Health, Safety dan Environmental Sustainability (CHSE) Batam gotong royong membersihkan pantai yang terpapar limbah minyak hitam (sludge oil) bertempat di Pantai Nuvasa Bay, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (9/1/2021). Sebagai informasi limbah tersebut sudah mencemari dua (2) pantai di Kota Batam yakni Pantai Nongsa dan Nuvasa Bay, sejak Senin (4/1/2021) beberapa waktu lalu.
Kegiatan gotong royong ini dimulai dari pagi, para asosiasi pariwisata dan Duta CHSE mengumpulkan sampah bekas tumpahan minyak di bibir Pantai Nuvasa Bay.
Perwakilan Duta CHSE Batam, Ade akan terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan destinasi wisata di Kota Batam. Salah satunya mengikuti kegiatan gotong royong di pantai Nuvasa Bay.
“Selain mengajak melaksanakan penerapan Protokol Kesehatan, kegiatan menjaga lingkungan juga salah satu tanggung jawab kami sebagai Duta CHSE sehingga wisatawan nyaman menikmati pantai yang bersih,” katanya.
Kegiatan gotong royong tersebut merupakan inisiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. Ia mengaku prihatin atas kejadian tumpahan limbah minyak hitam tersebut.
“Pemerintah bersama Duta CHSE dan asosiasi pariwisata melaksanakan gotong royong membersihkan pantai yang terdampak dari tumpahan limbah minyak hitam,” ucapnya.
Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keindahan destinasi wisata Kota Batam. Ardi mengajak masyarakat terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat wisata.
“Ayo bersama- sama kita menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian pantai kita, pantai kita sangat indah sehingga kita semua nyaman saat berakhir pekan di pantai,” pintanya.
Batam Golf Dept Head Nuvasa Bay, Dini M Surdja mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama stakeholder keterlibatan dalam kegiatan gotong royong membersihkan Pantai Nuvasa usai kejadian tumpahan limbah minyak hitam.

Keterangan gambar : Duta CHSE Batam saat gotong royong bersihkan Limbah Minyak Hitam di Pantai Nuvasa Bay, Nongsa. (Foto : istimewa)
“Kami bersyukur terima kasih teman-teman sudah membantu membersihkan Pantai Nuvasa,” katanya.
Ia menceritakan awal mula kasus tersebut berlangsung sejak awal tahun 2021. “Tanggal 1 Januari badai angin, lalu tanggal 2 Januari tercium bau oli, ditambah dengan rumput laut penuh disini (di bibir pantai) lalu kami koordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan mereka langsung memantau,” katanya.
Informasi yang didapatnya, limbah tersebut jenis limbah (Bahan Berbahaya dan Beracun). merupakan limbah berbahaya. Sehingga sepatutnya segera dibersihkan.
“Dengan kondisi seperti ini (Pantai Nuvasa) tutup dulu, sampai kondisinya bersih,” terangnya.
Sementara, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Sari Amsakar turun membersihkan limbah minyak hitam (sludge oil) di kawasan pantai di sekitar Nongsa.
Amsakar mengapresiasi keterlibatan asosiasi pariwisata sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Terima kasih untuk semua yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk asosiasi-asosiasi di sektor pariwisata,” ujar Amsakar.
Amsakar menyebut, gotong royong yang sudah disepakati sejak tiga (3) hari yang lalu, merupakan upaya pemerintah menangani ancaman bencana di saat musim cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Untuk kasus limbah minyak hitam atau sludge oil yang kerap mencemari destinasi wisata pantai di wilayah Nongsa, Amsakar akan membentuk petugas khusus yang akan melibatkan pihak terkait mengecek kandungan yang ada dalam limbah tersebut.
“Karena ini (limbah minyak) sudah berlangsung lama, setiap musim utara datang, pasti terjadi,” ujarnya.
Ia mengaku, ke depan harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani limbah minyak hitam tersebut. Ia pun langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyusun SOP tersebut.
“Para pelaku pariwisata sangat peduli dalam kebersihan destinasi wisata, alhamdulillah kita semua punya rasa memiliki terhadap Batam. Dengan kebersamaan ini, semua pekerjaan berat menjadi ringan,” katanya.
Sumber: Disbudpar Batam


















































