- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Disperindag kota Batam Terbitkan Kartu Kendali BBM Jenis Premium

Keterangan Gambar : Rapat bersama Pertamina, Hiswana Migas, BRI, dan pihak terkait lain di Gedung Bersama Pemko Batam di Batam Centre, Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan meluncurkan Kartu Kendali Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.
Nantinya, pembelian premium dilakukan secara nontunai dengan kartu kendali yang akan dikeluarkan oleh bank yang diajak bekerja sama, yakni BRI berupa kartu Brizzi. Kartu tersebut digadang menjadi solusi mengatasi kelangkaan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau mengatakan, Kartu Kendali BBM premium tersebut sama seperti kartu pengendali BBM jenis solar yang sudah diterapkan sejak 2019 lalu. Saat ini, Gustian mengaku masih mendata dan merancang mekanisme pendaftaran bagi pengguna BBM jenis premium.
“Rencana peluncuran akan dilakukan bulan Maret dan tahapan sekarang masih koordinasi dengan sejumlah pihak,” ujar Gustian, usai memimpin rapat bersama Pertamina, Hiswana Migas, BRI, dan pihak terkait lain di Gedung Bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Batam Centre, Rabu (27/1/2021).
Gustian mengaku, dari keputusan rapat bersama, kuota yang akan diberikan bagi kendaraan roda empat hanya terbatas untuk 123.153 unit kendaraan. Kuota itu hanya berlaku bagi mobil dengan kapasitas mesin di bawah 2.000 Cc. Sementara, mobil dengan kapasitas di atas 2000 Cc, diarahkan menggunakan pertalite atau pertamax.
“Untuk persyaratan kendaraan roda empat, pajak, KIR (uji kendaraan bermotor) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berlaku. Kemudian, tangki kendaraan tidak dimodifikasi,” ujarnya.
Khusus bagi mobil, rencana kuota maksimal pembelian per hari masih dalam tahap pengkajian. Pihaknya masih mempertimbangkan angkutan orang dan barang bagi mobil yang masuk dalam syarat penggunaan Kartu Kendali BBM premium itu.
“Kalau untuk roda dua (R2), hanya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 160 CC. Sementara, kuotanya masih dibahas dan syarat lain relatif sama seperti pajak, STNK dan tangki yang tidak boleh dimodifikasi,” kata Gustian.
Gustian mengaku, rencana ini adalah langkah pemerintah dalam mengendalikan BBM di Batam. Ia menyebut, selama ini penjualan BBM premium belum terarah sehingga masih ditemukan kelangkaan premium hingga terjadi antrean panjang di berbagai SPBU.
“Ini kita lakukan biar masyarakat menikmati dan tidak ada antrean. Dan yang terpenting lagi, tidak adanya pelangsir. Karena selama ini, minyak di SPBU kosong tapi di eceran masih banyak,” kata dia.
Untuk itu, Gustian berharap semua pihak mendukung demi kenyamanan bersama dan kebutuhan masyarakat terhadap BBM premium dapat terpenuhi. Ia juga mengatakan, hal itu menjadi perhatian dan instruksi langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Ini langkah strategis pemerintah agar masyarakat nyaman dan keberadaan BBM tidak langka lagi dan BBM bersubsidi (penugasan, red) ini tepat sasaran,” katanya.
Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, Gustian melanjutkan, pihaknya akan segera menyosialisasikan kepada masyarakat dan akan menggandeng bank yang akan memfasilitasi kartu dan mekanisme pendaftaran serta infrastruktur yang dibutuhkan lainnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager PT Pertamina Kepri William Handoko, mendukung program Pemko Batam tersebut. Ia mengaku, akan lebih mudah mengendalikan penggunaan BBM jenis premium agar tepat sasaran.
“Ini sejalan dengan program kita yang menerapkan nontunai,” kata dia.
Branch Manager BRI cabang Nagoya, Rina Sri Rezeki mengaku siap mewujudkan rencana Pemko Batam tersebut. Bahkan, pihaknya sudah menerapkan kebijakan serupa melalui kartu Brizzi di sejumlah daerah.
“Kita siap berkoordinasi untuk kesediaan kartunya, kemudian rekan-rekan SPBU menjamin pengadaan mesin dan mengoptimalkan kuota,” ujarnya.
Namun, sebelum program itu diluncurkan, perlu persiapan dan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat lebih paham sehingga dalam menjalankan program ini nantinya akan lebih mudah.
“Bagaimana pendaftaran dan pendistribusian kartunya dan yang terpenting semua ini muaranya pada rekan-rekan di SPBU,” ujarnya.
(ril)


















































