- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Ciptakan Kamtibmas Jelang Imlek, Polda Kepri Terjunkan 434 Personil

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S. /Ilham
KORANBATAM.COM - Dalam mewujudkan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam merayakan tahun baru Imlek 2572 Tahun 2021, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Kepolisian Resor (Polres) jajaran melaksanakan operasi kepolisian dengan sandi Operasi (Ops) Liong Seligi 2021.
Sebanyak 434 personel Polda Kepri dan Polres jajaran dilibatkan dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, mengatakan operasi kemanusiaan itu dilaksanakan dengan titik beratnya yakni memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat dalam merayakan imlek serta mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
“Polda Kepri dan Polres jajaran menerjunkan lebih kurang 434 personel. Terhitung sejak hari ini Rabu (10/2) hingga Senin (1/3/2021),” ujar Kombes Pol Harry, Rabu (10/2/2021).
Kata Harry, adapun sasaran operasi itu meliputi segala bentuk hakikat ancaman yang dapat menjadi potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata baik sebelum, pada saat maupun pasca perayaan tahun baru imlek yang aman dari Covid-19.
“Pola pengamanannya ialah dengan cara bertindak melaksanakan kegiatan intelijen, penyelidikan, pencegahan, sterilisasi tempat yang akan digunakan untuk ibadah dan perayaan Imlek. Disamping itu, dilaksanakan juga pengamanan pada tempat ibadah seperti Vihara atau klenteng, lokasi wisata, perhotelan, tempat perbelanjaan, sentra ekonomi maupun tempat debarkasi/embarkasi transportasi laut dan udara,” jelasnya.
Dijelaskan Harry, juga dilaksanakan kegiatan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di jalanan yang ramai pengguna jalannya, serta penegakkan hukum terhadap segala bentuk tindak pidana.
“Bantuan operasi berupa pergelaran medis dan Sarpras (sarana dan prasarana) serta melakukan koordinasi sinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait lainnya, untuk penanganan Covid-19 menghadapi perayaan tahun baru Imlek,” katanya.
Sementara tujuan dari kegiatan tersebut, kata Harry, ialah terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat yang merayakan tahun baru Imlek Gong Xi Fa Cai 2572 Tahun 2021 serta terhindar dari wabah Covid-19, dan juga terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Kepolisian daerah Kepri.
“Tujuan kita adalah terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat di Tahun Baru Imlek Gong Xi Fa Cai 2572 Tahun 2021. Selain itu, agar masyarakat terhindar dari wabah pandemi Covid-19, dan terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang aman, kondusif dan terkendali sebelum, pada saat dan setelah pasca perayaan,” tutupnya.
(ilham)


















































