- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
Bupati Anambas Gandeng Pengusaha Stabilkan Stok Sembako Musim Utara

Keterangan Gambar : Bupati Anambas, Aneng saat berbincang dengan salah satu pengusaha sembako, Boncai.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi kerap terjadi di Anambas saat penghujung tahun atau biasa disebut musim angin Utara. Hal tersebut berdampak pada distribusi bahan pokok.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengundang sejumlah distributor, dan menekankan kepada seluruh distributor agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok menjelang momen Nataru.
Ia mengatakan, seluruh stok sembako yang tersedia di gudang harus segera disalurkan dan dijual kepada masyarakat, bukan justru ditahan demi kepentingan tertentu.
Aneng menjelaskan, situasi geografis Anambas yang bergantung pada jalur laut membuat distribusi logistik sangat rentan terganggu saat cuaca ekstrem.
“Tempat kita ini momen Nataru pas pula dengan datangnya musim angin utara, cuaca buruk. Maka jangan ada distributor tahan barang-barang yang ada di gudang,” ujar Aneng saat rapat persiapan Nataru, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir praktik penimbunan sembako karena dapat merugikan masyarakat. Ia juga meminta para distributor memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga tetap stabil di pasaran.
Pemkab Anambas juga telah mengambil langkah konkret dengan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan kepada 1.676 keluarga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Kami berikan bantuan pangan agar masyarakat kita yang masuk kategori kurang mampu bisa melewati momen Nataru dengan tanpa banyak pikiran,” tegas Aneng.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama di tengah cuaca buruk dan meningkatnya kebutuhan menjelang akhir tahun.
Tak hanya itu, Pemkab Anambas juga telah menyiapkan stok beras cadangan dari Bulog sebanyak 276 ton untuk kondisi darurat.
Stok beras Bulog tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keterlambatan distribusi atau lonjakan kebutuhan masyarakat akibat cuaca ekstrem.
Aneng menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bertindak cepat jika sewaktu-waktu kondisi darurat pangan terjadi di wilayah Anambas.
“Kita ingin Anambas tidak hanya aman, tetapi ke depan siap menjadi lumbung pangan daerah. Pemerintah akan terus memperkuat cadangan pangan, mendukung petani lokal, dan memastikan masyarakat tidak kekurangan bahan pokok dalam kondisi apa pun,” pungkas Aneng.(Ferengki)







































_jpg.jpg)











