Bukan Membangun Dinasti Politik, Tapi, Ini Paparan Ketua DPC Demokrat Anambas
Reporter : MELAYUNEWS.COM 09 Okt 2023, 22:31:06 WIB POLITIK
Bukan Membangun Dinasti Politik, Tapi, Ini Paparan Ketua DPC Demokrat Anambas

Keterangan Gambar : Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Anambas, Mohammad Delta.


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Anambas, Muhammad Delta mengatakan bahwasannya mereka memiliki calon anggota DPRD yang masih tersangkut paut hubungan keluarga di Dapil dua (Palmatak, Siantan Utara, Kute Siantan, Siantan Tengah) dimana hubungannya yaitu kakak beradik dan ipar.

"Jadi kita memiliki tiga orang Caleg yang ada hubungan keluarga, dimana dua diantaranya sudah pernah ikut partai politik, nah itu di Dapil dua, jujur saya sampaikan bahwa kondisinya memang kita agak sedikit sulit mencari calon untuk dapat ikut bergabung di Partai Demokrat," ucapnya, Senin (09/10/2023).

Menurutnya, animo ataupun keinginan dari masyarakat untuk terjun di dunia politik itu kurang, karena dianggap tidak begitu menjanjikan, sementara sesuai dengan konstitusi bahwa suatu partai itu adalah tempat untuk dapat menyampaikan aspirasi, ide-ide serta gagasan kita melalui partai politik.

Ketika kami membuka lowongan, lanjutnya, untuk mencari kader yang ingin bergabung di Partai Demokrat untuk menjadi Bacaleg itu cukup sulit karena banyak diantara masyarakat yang lebih memilih menjadi PTT ataupun pegawai pemerintahan.

Ia menyampaikan contoh kasus bahwa, pernah ada yang sudah mendaftar yang menurutnya dari segi pendidikan punya potensi atau kemampuan untuk terjun di dunia politik, tetapi karena alasan orang tua yang berharap anaknya ini bekerja sebagai pegawai di pemerintahan, pada akhirnya ia menarik berkas.

Selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Anambas, ia menepis asumsi ataupun paradigma dinasti politik di partainya dimana kita ketahui bahwa dinasti politik ini adalah ambisi ataupun keinginan untuk berkuasa semata-mata untuk kepentingan pribadi.

"Kalau dibilang ambisi dinasti politik, saya rasa tidak juga, karena setiap orang kadang-kadang disatu keluarga pun mungkin belum tentu bisa satu suara, dan sejauh ini saya melihat komunikasi Caleg yang kita punya ini Alhamdulillah bagus," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa, seluruh calon ataupun anggota yang terpilih nantinya, itu harus menjalankan instruksi partai yang dimana visi dan misi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat itu disesuaikan dengan daerah.

"Kita ingin membuktikan bawasannya bukan dinasti yang mau kita tonjolkan tetapi bagaimana kita berkomunikasi dengan masyarakat bahwa kita memiliki program partai yang harus dijalankan oleh anggota yang terpilih, salah satunya adalah masalah rumah sakit, mereka harus mampu untuk memperjuangkan bagaimana rumah sakit kita ini bisa minimal setaraf dengan RSUD Tanjung Pinang," ungkapnya.

"Mereka harus mampu untuk menyebarkan arahan dari Ketua Umum (Ketum) nanti, bagaimana kita berkoalisi dengan masyarakat, apa yang dibutuhkan masyarakat untuk saat ini, mampu untuk berbaur dan berkomunikasi dengan msyarakat, kemudian bisa menerima keluhan masyarakat dan keluhan itulah yang akan kita godok bersama untuk dijadikan program partai yang harus kita perjuangkan bersama dan untuk saat ini yang jadi prioritas kami adalah masalah transportasi, pendidikan dan kesehatan," tambahnya.

Pendidikan juga menjadi perhatian partai ini, dimana Anambas merupakan daerah maritim tetapi belum mempunyai sekolah untuk basic maritim.

Ia juga menekankan bahwa, untuk menepis dinasti politik itu, tidak ada yang namanya visi dan misi Caleg yang ada ialah menjalankan program yang DPC siapkan dan itu harus diperjuangkan.

"Kita buktikan nanti, sesuai ketika kita diberikan amanah, saya sebagai penanggungjawab Partai Demokrat di Anambas, akan saya arahkan untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar di daerah kita," tuturnya.

Apabila tidak dijalankan, terusnya, yang pertama kita akan berikan surat teguran dan seandainya tidak bisa dibina, kita akan sampaikan ke pusat dimana tidak menjalankan instruksi partai itu merupakan pelanggaran berat dan itu salah satu bunyi di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Partai Demokrat.

"Karena sangat disayangkan ketika kita diberikan amanah lantas kita lupa dan ini sering kali terjadi, kita tidak mau bicara partai lain tetapi Partai Demokrat ini, dan saya alhamdulillah saat ini diberikan kepercayaan dan kepercayaan ini akan saya jalankan kedepannya, kita tetap berpikiran positif, kita Partai Demokrat tidak ada sedikitpun untuk berpikir bagaimana membangun dinasti politik," pungkasnya.(Johanda) 





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;