BP Batam Paparkan Usulan Proyek Unggulan Dalam Rakor Program BBK
Reporter : MELAYUNEWS.COM 08 Jun 2021, 15:40:28 WIB METROPOLITAN
BP Batam Paparkan Usulan Proyek Unggulan Dalam Rakor Program BBK

Keterangan Gambar : Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto, memaparkan rencana pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dalam Rakor usulan program/proyek prioritas dalam rencana induk BBK.


KORANBATAM.COM - Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto, memaparkan mengenai Rencana Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Ia mengatakan, area kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam telah disiapkan seluas 354 hektare.

Proses lelang sendiri telah selesai pada Maret 2021 lalu yang dimenangkan oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I bersama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

“Lama konsesinya 25 tahun, dengan lingkup proyek Renovasi Terminal 1, Pembangunan Terminal 2, dan Pengelolaan Cargo. Indikasi invetasinya sendiri lebih-kurang senilai Rp6,7 triliun. Kami harapkan nantinya Bandara Hang Nadim mampu menampung lebih dari 40 juta penumpang,” kata Enoh, saat Rapat Koordinasi (Rakor) usulan program/proyek prioritas dalam rencana induk BBK, di ruang tunggu A2 Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, kawasan Bandara Hang Nadim Batam juga tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aero Technic seluas 30 hektare, serta pembangunan runway kedua.

Sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo, pengembangan dan pengelolaan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) akan dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan core business/industri yang saling mendukung dan infrastruktur yang terkoneksi antarkawasan serta harmonisasi regulasi dan kelembagaan untuk kemudahan investasi dan optimalisasi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB).

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Wahyu Utomo, mengatakan, Rakor ini digelar guna meninjau langsung serta memahami kebutuhan-kebutuhan penting dari masing-masing kawasan, guna membangun perekonomian setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

“Karena Batam, Bintan dan Karimun adalah kawasan yang menjadi ujung tombak perekonomian di Indonesia,” ungkap Wahyu.

Selain itu, lanjutnya, rencana induk masing-masing wilayah BBK perlu dilakukan pengembangan sesuai dengan kelebihan wilayahnya masing-masing dengan mengedepankan sektor yang berdaya saing.

“Sebagai contoh, Batam akan kita jadikan Hub Logistik Internasional, Industri Kedirgantaraan, Industri Light and
Valuable, Industri Digital dan Kreatif, Perdagangan Internasional, serta Pusat Keuangan dan Wisata Kesehatan Terintegrasi,” jelasnya.

Asumsi skenario pertumbuhan ekonomi rencana pengembangan dalam rencana induk KPBPB BBK mengusung skenario optimis, dengan menargetkan sedikitnya Rp5.924 triliun total kebutuhan investasi hingga tahun 2045.

Sedangkan program/proyek dalam rencana induk kawasan BBK mengusung tahap short term (2021-2025) yang mencakup sebanyak 109 proyek, dengan total indikasi investasi Rp629 triliun.

“Tentunya ini angka yang tidak sedikit, dan kita harus bersinergi untuk memperbaiki regulasi, mekanisme dengan menyinergikan kinerja dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, Wakil Bupati Karimun Azhar Hasyim, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Asisten Deputi Penataan Ruang dan Pertanahan Kementerian Koordinator (Kemenko) RI, dan pejabat lainnya dari Pusat dan Daerah.


Sumber: BP Batam





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;