- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
Berkas Tahap I Kasus Penggelapan Kredit Rp 554 Juta Diterima Kejari Anambas

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Intelijen Kejari Anambas, Bambang Wiratdany, S.H
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Anambas telah menerima berkas perkara tahap I terkait kasus penipuan dan penggelapan dalam jual beli barang secara kredit dengan kerugian mencapai Rp 554.390.000.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany, S.H., mengatakan bahwa saat ini berkas perkara tersebut sedang dalam tahap penelitian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Kami sudah menerima berkas tahap I kasus penipuan dan penggelapan tersebut. Saat ini, berkas sedang diteliti oleh JPU,” ujarnya pada Jumat (16/5/2025).
Tersangka dalam kasus ini adalah seorang perempuan berinisial RA. RA telah diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Anambas pada 10 April 2025. Namun, tersangka tidak ditahan karena sedang hamil, dan keluarga tersangka mengajukan permohonan agar RA tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan.
Bambang menambahkan bahwa Kejari akan terus berkoordinasi dengan penyidik Polres Kepulauan Anambas untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Selanjutnya, JPU akan berkoordinasi dengan penyidik Polres Kepulauan Anambas untuk mendalami penyidikan kasus ini,” jelasnya.
Atas perbuatannya, RA dijerat dengan Pasal 372 dan/atau Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan dan penipuan, yang mengancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
“Untuk saat ini, tersangka dikenakan pasal penggelapan dan penipuan, dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara,”kata Bambang.(red)






































.jpg)












