- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Amsakar Buka Musrenbang di Kelurahan Kampung, Warga Minta Pembangunan Drainase di Tiga Titik

Keterangan Gambar : Musrenbang Kelurahan Kampung Seraya di Gerai Melayu, Batuampar, pada Rabu (3/2/2021).
KORANBATAM.COM, BATAM - Kelurahan Kampung Seraya menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Gerai Melayu, Batuampar, pada Rabu (3/2/2021). Musrenbang tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Dalam musyawarah tersebut, sebanyak 19 usulan prioritas untuk kegiatan Tahun 2022. Tiga diantaranya pembangunan drainase di RT 03/RW 03 sepanjang 65 meter, kemudian di Sakura Permai RT 03/RW 04 sepanjang 100 meter, dan di RT 02/RW 05 sepanjang 300 meter.
Semua usulan tersebut langsung ditanggapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dalam kesempatan itu, Amsakar menekankan usulan masyarakat harus disesuaikan urutannya agar skala prioritas pembangunan dapat diperjuangkan hingga Musrenbang tingkat Kota Batam.
“Untuk drainase, tadi dibahas menjadi perhatian karena sudah terjadi longsor dan drainase yang ada rata dengan jalan dan saat hujan deras air meluber hingga ke Jodoh,” ujar Amsakar.
Ia mengaku, sempat turun ke lapangan melihat langsung semua titik longsor yang diakibatkan tidak adanya drainase yang disebabkan cuaca ekstrem, belum lama ini. Ia juga mengingatkan pejabat terkait agar mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat juga harus legawa jika ada usulan yang tak dapat tampung karena keterbatasan anggaran. Namun, yakinlah kalau program yang diusulkan benar-benar mendesak akan diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Musrenbang tersebut jadi wadah masyarakat dan pemerintah berdiskusi menentukan program yang akan dibahas per tahap hingga ke tingkat kota. Ia mengingatkan peran semua pihak agar semua usulan prioritas dapat direalisasikan.
“Mana yang menjadi kemaslahatan orang banyak, itu yang harus dikedepankan,” kata dia.
Di kesempatan itu, Amsakar membuka forum diskusi dan mempersilakan masyarakat menyampaikan tanggapan dan masukan kepada pemerintah. Ia berharap masyarakat dan pemerintah terus kompak demi pembangunan Batam lebih baik lagi.
“Alhamdulillah, semua sepakat bahwa prioritas pembangunan Batam harus memberi manfaat bagi semua masyarakat Batam,” ujarnya.


















































