- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
900 Mubalig di Batam Disebar Selama Ramadan

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memakaikan serban kepada perwakilan mubalig, saat melepasnya di hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
KORANBATAM.COM - Sebanyak 900 mubalig di Batam disebar selama Ramadan 1442 Hijriah. Secara simbolis, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melepas para mubalig dari hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
Para mubalig bertugas di Ramadan kali ini, setelah Pemerintah Kota (Pemko) Batam membolehkan jemaah salat tarawih di masjid atau musala. Rudi berpesan, selama pelaksanaan kegiatan ibadah selama Ramadan, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Pasalnya, sampai hari ini penyebaran Covid-19 masih terjadi di Kota Batam.
“Karena itu, saya harap kepada para mubalig yang ada di Kota Batam, saat berada di mimbar nanti, tolong edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan,” pesan Rudi.
Rudi mengatakan, kebijakan yang diambil Pemko Batam saat ini bukan tanpa risiko. Karena, jika para jemaah mengabaikan protokol kesehatan, kasus jumlah Covid-19 dikhawatirkan akan melonjak.
“Butuh peran para mubalig untuk mengedukasi jemaah. Kita harapkan, apa yang dikhawatirkan bersama terkait bertambahnya jumlah kasus Covid-19 tidak terjadi,” katanya.
Saat ini, kata Rudi, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Cara tersebut yakni dengan vaksinasi, hanya saja saat ini masih terbatas dan belum semua masyarakat divaksin.
“Sedangkan cara kedua adalah, dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Menurut Rudi, pihaknya menargetkan Covid-19 dapat berakhir pada Desember 2021 mendatang. Sehingga dengan demikian diharapkan perputaran ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak.
“Kalau kita ingin wisatawan kembali masuk Batam, maka Covid-19 ini harus segera selesai. Mudah-mudahan Desember selesai program vaksinasi sehingga Covid-19 berakhir,” katanya.


















































