- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
900 Mubalig di Batam Disebar Selama Ramadan

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memakaikan serban kepada perwakilan mubalig, saat melepasnya di hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
KORANBATAM.COM - Sebanyak 900 mubalig di Batam disebar selama Ramadan 1442 Hijriah. Secara simbolis, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melepas para mubalig dari hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
Para mubalig bertugas di Ramadan kali ini, setelah Pemerintah Kota (Pemko) Batam membolehkan jemaah salat tarawih di masjid atau musala. Rudi berpesan, selama pelaksanaan kegiatan ibadah selama Ramadan, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Pasalnya, sampai hari ini penyebaran Covid-19 masih terjadi di Kota Batam.
“Karena itu, saya harap kepada para mubalig yang ada di Kota Batam, saat berada di mimbar nanti, tolong edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan,” pesan Rudi.
Rudi mengatakan, kebijakan yang diambil Pemko Batam saat ini bukan tanpa risiko. Karena, jika para jemaah mengabaikan protokol kesehatan, kasus jumlah Covid-19 dikhawatirkan akan melonjak.
“Butuh peran para mubalig untuk mengedukasi jemaah. Kita harapkan, apa yang dikhawatirkan bersama terkait bertambahnya jumlah kasus Covid-19 tidak terjadi,” katanya.
Saat ini, kata Rudi, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Cara tersebut yakni dengan vaksinasi, hanya saja saat ini masih terbatas dan belum semua masyarakat divaksin.
“Sedangkan cara kedua adalah, dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Menurut Rudi, pihaknya menargetkan Covid-19 dapat berakhir pada Desember 2021 mendatang. Sehingga dengan demikian diharapkan perputaran ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak.
“Kalau kita ingin wisatawan kembali masuk Batam, maka Covid-19 ini harus segera selesai. Mudah-mudahan Desember selesai program vaksinasi sehingga Covid-19 berakhir,” katanya.






































.jpg)












