- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
319 Pasien OTG di Asrama Haji Sembuh

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kanan), dan Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyapa warga yang menunggu pulang setelah dinyatakan sembuh usai karantina mandiri di Asrama Haji Batamcentre, Kamis (3/6/2021).
KORANBATAM.COM - Sebanyak 319 pasien Covid-19 tanpa gejala (Orang Tanpa Gejala/OTG) di Batam dinyatakan sembuh usai menjalani karantina mandiri di Asrama Haji Batam, Kamis (3/6/2021).
“Alhamdulillah ini kabar baik untuk kita semua, artinya apa yang dilakukan pemerintah selama ini sudah benar dan hari ini ada 319 yang sembuh dari total 553 pasien yang menjalani karantina mandiri terpadu di Asrama Haji,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau proses pemulangan pasien di Asrama Haji.
Amsakar juga mengatakan, banyaknya pasien sembuh tersebut menjadi sinyal baik dalam langkah menangani pasien OTG. Hal ini pula, kata Amsakar sudah sesuai harapan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.
“Semua pasien yang menjalani karantina sudah fasilitasi dengan baik,” katanya.
Ia melanjutkan sejumlah kegiatan yang dijalani pasien seperti senam untuk kebugaran pasien. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan gizi para pasien.
“Kita sediakan makan dan minum, juga makanan dan minuman tambahan. Bahkan, smeua makanan yang disediakan juga dipesan khusus oleh ahli gizi,” ujarnya.
Adapun 319 pasien sembuh tersebut sudah menjalani swab antigen dengan hasil negatif. Selain pasien sembuh, terdapat 80 pasien yang sedang menunggu untuk dikarantina di asrama haji.
“Kita sterilkan dulu tempatnya, baru 80 orang yang akan menjalani karantina mandiri diperbolehkan masuk,” ujarnya.


















































