- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
319 Pasien OTG di Asrama Haji Sembuh

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kanan), dan Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyapa warga yang menunggu pulang setelah dinyatakan sembuh usai karantina mandiri di Asrama Haji Batamcentre, Kamis (3/6/2021).
KORANBATAM.COM - Sebanyak 319 pasien Covid-19 tanpa gejala (Orang Tanpa Gejala/OTG) di Batam dinyatakan sembuh usai menjalani karantina mandiri di Asrama Haji Batam, Kamis (3/6/2021).
“Alhamdulillah ini kabar baik untuk kita semua, artinya apa yang dilakukan pemerintah selama ini sudah benar dan hari ini ada 319 yang sembuh dari total 553 pasien yang menjalani karantina mandiri terpadu di Asrama Haji,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau proses pemulangan pasien di Asrama Haji.
Amsakar juga mengatakan, banyaknya pasien sembuh tersebut menjadi sinyal baik dalam langkah menangani pasien OTG. Hal ini pula, kata Amsakar sudah sesuai harapan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.
“Semua pasien yang menjalani karantina sudah fasilitasi dengan baik,” katanya.
Ia melanjutkan sejumlah kegiatan yang dijalani pasien seperti senam untuk kebugaran pasien. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan gizi para pasien.
“Kita sediakan makan dan minum, juga makanan dan minuman tambahan. Bahkan, smeua makanan yang disediakan juga dipesan khusus oleh ahli gizi,” ujarnya.
Adapun 319 pasien sembuh tersebut sudah menjalani swab antigen dengan hasil negatif. Selain pasien sembuh, terdapat 80 pasien yang sedang menunggu untuk dikarantina di asrama haji.
“Kita sterilkan dulu tempatnya, baru 80 orang yang akan menjalani karantina mandiri diperbolehkan masuk,” ujarnya.



















































