- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
234 Calon Jemaah Haji Kepri Batal Berangkat ke Tanah Suci, Ada 15 Tahun yang Lalu Mendaftar

Keterangan Gambar : ilustrasi calon jemaah haji.
KORANBATAM.COM - Sebanyak 234 orang Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) batal berangkat ke Tanah Suci untuk mencegah penularan Covid-19.
Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Sunarjo, mengatakan, pembatalan keberangkatan CJH berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021.
“Kebijakan itu berlaku secara nasional karena kondisi sekarang tidak memungkinkan bagi CJH untuk ke Tanah Suci. Keselamatan mereka merupakan hal yang paling penting,” ujarnya, dilansir dari kepriprov.go.id, Senin (7/6/2021) di Tanjungpinang.
Sunarjo mengimbau CJH untuk bersabar, dan terus berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Kami berharap JCH bersabar, mudah-mudahan tahun 2022 dapat berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Ia merincikan, semula jumlah JCH yang batal berangkat ke Makkah tersebut sebanyak 249 orang. Sebanyak tujuh dari 249 orang mutasi ke luar, dan dua orang dari luar masuk ke Tanjungpinang.
Pengembalian biaya pengembalian ibadah haji yang sudah lunas sebamyak delapan orang. Kemudian dua orang lainnya meninggal dunia, dan dinyatakan batal lunas.
“Total JCH yang sudah lunas berdasarkan data sampai hari ini sebanyak 234 orang,” ujarnya.
Warga Tanjungpinang yang batal berangkat ke Makkah tersebut sekitar 15 tahun mendaftar sebagai JCH.
“Mereka diperioritaskan diberangkatkan ke Tanah Suci seandainya pemerintah pusat menginjinkan tahun 2022,” katanya.
(Kominfo/PR)

















































