- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
- TMMD TNI Manunggal Mulai Digelar di Desa Mubur
- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
200 TKI yang Baru Tiba dari Malaysia di Kepri Terpapar Covid-19

Keterangan Gambar : ilustrasi.
KORANBATAM.COM - Sebanyak 200 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang baru saja tiba di Tanah Air melalui Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan terjangkit Covid-19.
Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kepri yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, mengatakan, hal itu terungkap setelah Satgas Penanganan Covid-19 Kepri melakukan tes usap terhadap 14.000 TKI yang masuk melalui Batam dan Tanjungpinang.
“Dari 14.000 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan ke Tanah Air melalui Batam dan Tanjungpinang pada Januari-April 2021, sebanyak 200 orang di antaranya terinfeksi Covid-19. Ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) terhadap PMI yang baru tiba di Batam,” kata Arif Fadillah dilansir dari kompas.com, Selasa (4/5/2021).
Untuk TKI yang terkonfirmasi positif corona, rata-rata tanpa gejala dan saat ini telah dilakukan perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang, Batam.
Arif menjelaskan, kedatangan TKI melalui Kepri bukan hanya menimbulkan kekhawatiran membawa virus Covid-19, melainkan juga menambah beban bagi keuangan daerah.
“Awal Mei 2021, lebih dari 140 orang TKI asal Malaysia dipulangkan melalui Tanjungpinang,” jelas Arief.
Bahkan, selama para TKI berada di Kepri, makan dan minum mereka ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
“Biaya makan dan minum untuk TKI ditanggung Pemprov Kepri, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dan Pemkot Tanjungpinang. Dana tersebut menurut informasi akan dikembalikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ujar Arief.
Ia menjelaskan, jumlah TKI asal Malaysia yang dipulangkan melalui Batam jauh lebih banyak dibanding di Tanjungpinang.
Untuk meminimalisasi penyebaran corona di Kepri, Pemprov Kepri sudah mengingatkan instansi terkait agar pola penanganan TKI, seperti pemeriksaan tes usap, harus dilakukan secara cepat.
“Hasil pemeriksaan PCR harus diketahui paling lama sehari. Jangan sampai berhari-hari karena dapat menimbulkan permasalahan baru,” papar Arif.
(kompas.com/PR)


















































