- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
Upacara Peringatan HBA ke-64 Bersama Nelayan, Cabjari Natuna di Tarempa Tegakkan Hukum Modern dan Berkeadilan

Keterangan Gambar : Jajaran Cabjari Tarempa dan undangan saat mengikuti upacara hari Adhyaksa.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa merayakan peringatan puncak Hari Bakti Adhyaksa (HBA) yang ke-64 bersama nelayan di Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 22 Juli 2024.
Acara yang bertajuk Jaksa Sahabat Nelayan itu, diawali dengan melaksanakan upacara di pelabuhan Desa Putik dan dilanjutkan dengan diskusi bersama nelayan sembari memberikan penyuluhan hukum serta pelayanan kesehatan untuk masyarakat khususnya nelayan.
Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Niky Junismero, S.H.,M.H., mengatakan bahwa semarak Hari Bakti Adhyaksa ke-64 bersama nelayan ini merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa profesi nelayan menjadi pekerjaan mayoritas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan jumlah 3.781 orang.
Selain itu, menyadari bahwa kelompok nelayan adalah subyek yang rentan terhadap minimnya perlindungan hukum, Cabjari Natuna di Tarempa juga akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Hal itu sesuai dengan motto Cabjari Natuna di Tarempa, dimana karakteristik nelayan terutama di kawasan perbatasan perlu mendapatkan atensi yang lebih.
"Gangguan dan ancaman dari pihak-pihak luar, pencegahan terhadap tindakan merusak lingkungan serta perlindungan terhadap hak-hak nelayan dalam meningkatkan kualitas hidupnya menjadi konsentrasi kami," ucapnya.
Niky juga menerangkan bahwa hal itu selaras dengan instruksi dari Jaksa Agung Republik Indonesia yang menekankan penegakan hukum berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan berharap momentum ini dapat menjadi pondasi inovasi pelayanan publik yakni "Jaksa Menyapa Nelayan" dan ini juga sebagai bentuk dukungan menuju Indonesia emas Tahun 2045.
"Hal ini selaras dengan instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia yang menekankan penegakan hukum berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu saya berharap momentum ini menjadi fondasi inovasi pelayanan publik yang juga sebagai bentuk dukungan menuju Indonesia Emas 2045," terangnya.
Lebih lanjut, Niky juga menjelaskan bahwa tanggal 22 Juli adalah hari yang sakral bagi insan Adhyaksa di Indonesia, dimana hari itu diperingati sebagai hari atas pengabdian Kejaksaan RI.
Melalui sejarah yang cukup panjang, kejaksaan telah bertransformasi menjadi institusi paling berpengaruh terutama dalam penegakan hukum yang humanis.
Maka dari itu, Niky pun berkomitmen untuk untuk terus meningkatkan kinerja Cabjari Natuna di Tarempa dalam menegakkan hukum yang modern dan berkeadilan.
"Saya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja Cabjari Natuna di Tarempa dalam penegakan hukum yang modern dan berkeadilan," pungkasnya.(Johanda).




















































