- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Dua Nelayan Asal Siantan Timur Dikabarkan Ditangkap Polisi Malaysia

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dikabarkan 2 nelayan asal kabupaten kepulauan Anambas diduga menangkap ikan di Perairan Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi, Selasa (13/9/2022).
Informasi yang diperoleh dua nelayan beserta kapal muatan sekitar 3 ton, dibawa oleh APMM ke Jeti Terminal Tanjung Manis, Malaysia, pada Selasa malam waktu setempat. Ada dua nelayan yang ditangkap diduga kesalahan nelayan kita masuk sampai perairan Malaysia.
Kepala Desa Serat kecamatan Siantan Timur, Andika membenarkan atas kejadian ini. Kepala Desa mendapatkan kabar WhatsApp dari sesama kepala desa mengenai penagkapan 2 nelayan asal Anambas.
Nelayan tersebut bernama Johan umur 30 tahun desa Munjan kecamatan Siantan Timur, satu lagi bernama Kasmadi usia 51 Tahun Desa Serat kecamatan Siantan Timur.
Andika dan keluarga korban berharap penuh atas kejadian ini pemerintah kabupaten kepulauan Anambas khususnya bupati agar dapat membantu korban yang di tangkap di negara tetangga.
"Harapan kami dan keluarga kedua nelayan bisa pulang dengan selamat bisa berkumpul dengan anak istri," ujarnya, Selasa(13/9/2022).
Yandi anak dari Kasmadi membenarkan bahwa yang ditangkap di perairan Malaysia adalah ayahnya sendiri, karna Yandi melihat warna cat pompong dan muka ayahnya di sebuah YouTube.
"Sejak tanggal 9 September 2022 ayah saya belum pulang dan tidak ada kabar. Saya baru tahu malam ini dari chanel YouTube. Harapan saya pemerintah kabupaten kepulauan Anambas mengambil langkah secepat mungkin agar bisa membantu ayah saya pulang berkumpul bersama keluarga kembali, "ujarnya. (red )

















































