- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
Antisipasi Bully di Sekolah, Bupati Anambas dan Kajari Gelar Edukasi

MELAYUNEWS.COM,BATAM - Bupati Aneng, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Anambas, Budhi Purwanto, iberikan edukasi di SMPN 5 Bukit Tambun, desa Tarempa Selatan tentang dampak buruk bullying, Rabu (19/11/2025).
Sosialisasi tersebut tidak hanya diikuti oleh para siswa, para guru juga ikut dengan antusias. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan
Bupati Aneng menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dapat memberikan dampak buruk bagi korban. Ia mengatakan bahwa perundungan tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat melukai perasaan seseorang.
Ia juga tak lupa mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan sekolah, sikap menghormati sesama adalah kunci terciptanya lingkungan belajar yang positif.
Aneng memberikan peringatan keras dampak buruk yang ditimbulkan dari perundungan. Untuk itu ia menekankan agar menghindari sikap yang merendahkan orang lain.
"Bullying sangat menyakitkan," kata Aneng.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melakukan tindakan yang membuat orang lain merasa tersakiti. Setiap siswa harus merasa aman di sekolah.
Aneng juga meminta kepada para guru agar terus memantau interaksi siswa di dalam lingkungan sekolah tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Sementara itu Kajari Anambas Budhi Purwanto memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan bullying. Ia menekankan bahwa perundungan tidak boleh dianggap sepele.
Ia menjelaskan, di berbagai daerah bullying berujung pada masalah serius, Karena itu, ia ingin memastikan para pelajar paham bahwa tindakan bullying memiliki konsekuensi hukum.
"Kejaksaan siap menindaklanjuti setiap laporan terkait perundungan yang terjadi di sekolah," ujar Budhi.
Ia mengatakan, bahwa bullying terbukti merugikan korban hingga menyebabkan trauma, maka pihaknya tidak ragu untuk mengambil langkah tegas. Penanganan kasus dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, kata Budhi, pendekatan persuasif tetap menjadi pilihan utama, terutama jika pelaku masih di bawah umur. Tujuannya agar siswa dapat memperbaiki kesalahan tanpa harus langsng diproses hukum.
Sosialisasi tersebut ditutup dengan ajakan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas bullying.(ferenki).



















































